APOP (Authenticated Post Office Protocol) adalah ekstensi keamanan untuk POP3 yang mengenkripsi kredensial login selama pengambilan email. Berbeda dengan POP3 standar, yang mentransmisikan kata sandi dalam teks biasa, APOP menggunakan hashing MD5 yang dikombinasikan dengan timestamp yang dihasilkan server untuk melindungi data autentikasi dari intersepsi.
BIMI (Brand Indicators for Message Identification) adalah spesifikasi email yang menampilkan logo brand Anda di samping email terautentikasi di kotak masuk penerima. Ini bekerja bersama DMARC untuk memverifikasi identitas pengirim dan memberikan konfirmasi visual bahwa email benar-benar berasal dari organisasi Anda.
DKIM (DomainKeys Identified Mail) adalah metode autentikasi email yang menambahkan tanda tangan digital ke email yang dikirim. Tanda tangan kriptografis ini memungkinkan server email penerima memverifikasi bahwa email benar-benar dikirim oleh domain yang diklaim dan bahwa konten pesan tidak diubah selama pengiriman.
DMARC (Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance) adalah protokol autentikasi email yang dibangun di atas SPF dan DKIM. DMARC memberi tahu server penerima apa yang harus dilakukan dengan email yang gagal autentikasi dan menyediakan laporan tentang hasil autentikasi.
Autentikasi email adalah serangkaian protokol dan standar teknis yang memverifikasi identitas pengirim email dan mengonfirmasi bahwa pesan tidak dirusak selama pengiriman. Mekanisme autentikasi ini, termasuk SPF, DKIM, dan DMARC, bekerja bersama untuk membangun kepercayaan antara server pengirim dan penerima. Dengan menerapkan autentikasi email, organisasi melindungi domain mereka dari spoofing oleh aktor jahat sekaligus meningkatkan rasio keterkiriman email mereka.
Autentikasi email adalah serangkaian protokol yang memverifikasi identitas pengirim pesan email. Tiga metode autentikasi utama adalah SPF, DKIM, dan DMARC, yang bekerja bersama untuk membuktikan bahwa email benar-benar berasal dari domain Anda dan belum dirusak selama transit.
Enkripsi email adalah proses mengenkodekan pesan dan lampiran email untuk melindungi konten mereka dari akses tidak sah selama transmisi dan penyimpanan. Protokol kriptografi modern seperti TLS untuk keamanan lapisan transport dan standar seperti S/MIME atau PGP menyediakan perlindungan end-to-end untuk komunikasi sensitif.
Header email adalah bagian metadata yang dilampirkan pada setiap pesan email yang berisi informasi routing dan autentikasi penting. Header mencakup alamat pengirim dan penerima, timestamp, baris subjek, dan catatan detail server yang dilalui pesan selama pengiriman. Data teknis ini memungkinkan server email untuk merutekan pesan dengan benar, memverifikasi keaslian pengirim, dan membantu sistem keamanan mendeteksi upaya spoofing atau manipulasi.
Email OTP (One-Time Password) adalah kode sementara yang sensitif terhadap waktu yang dikirim ke alamat email pengguna untuk verifikasi identitas. Berbeda dengan kata sandi statis, OTP kedaluwarsa setelah satu kali penggunaan atau jendela waktu singkat (biasanya 5-15 menit), memberikan lapisan keamanan tambahan untuk alur autentikasi. Email OTP banyak digunakan dalam autentikasi dua faktor (2FA), pemulihan akun, dan proses verifikasi transaksi.
Gmail adalah layanan email gratis yang dikembangkan oleh Google, diluncurkan pada tahun 2004 dan telah berkembang menjadi platform email paling populer di dunia dengan lebih dari 1,8 miliar pengguna. Gmail menawarkan filter spam yang andal, penyimpanan gratis 15 GB, dan integrasi mulus dengan alat Google Workspace seperti Drive, Calendar, dan Meet. Gmail dapat diakses melalui browser web, aplikasi mobile, dan klien email pihak ketiga melalui protokol IMAP dan POP.
S/MIME (Secure/Multipurpose Internet Mail Extensions) adalah standar yang diadopsi secara luas untuk mengenkripsi dan menandatangani pesan email secara digital. Standar ini menggunakan kriptografi kunci publik untuk menyediakan enkripsi end-to-end, memastikan hanya penerima yang dituju yang dapat membaca konten pesan, sementara tanda tangan digital memverifikasi identitas pengirim dan menjamin integritas pesan selama transit.
SPF (Sender Policy Framework) adalah protokol autentikasi email yang memungkinkan pemilik domain menentukan server email mana yang diizinkan untuk mengirim email atas nama domain mereka. Server penerima memeriksa catatan SPF untuk memverifikasi bahwa email yang masuk berasal dari sumber yang sah.
SSL (Secure Sockets Layer) adalah protokol kriptografi yang mengenkripsi koneksi antara klien email dan server email, yang memastikan bahwa data yang dikirimkan tetap pribadi dan tidak dapat disadap oleh pihak yang tidak berwenang. SSL mengautentikasi identitas pihak-pihak yang berkomunikasi dan menyediakan integritas data, mengonfirmasi bahwa pesan tidak dirusak selama transmisi. Meskipun SSL telah digantikan oleh TLS (Transport Layer Security), istilah SSL masih umum digunakan untuk menggambarkan koneksi email yang aman.
Mulai gunakan EmailVerify hari ini. Verifikasi email dengan akurasi 99,9%.