Copywriting email adalah seni dan ilmu menulis teks persuasif untuk kampanye email yang mendorong pembaca untuk bertindak. Ini mencakup baris subjek, isi pesan, call-to-action, dan struktur pesan keseluruhan. Copywriting email yang efektif menggabungkan pemicu psikologis, proposisi nilai yang jelas, dan storytelling yang menarik untuk meningkatkan open rate, click-through rate, dan konversi.
Copy email Anda menentukan apakah subscriber membuka, membaca, dan bertindak atas pesan Anda. Bahkan dengan daftar email yang sangat bersih dan deliverability yang sempurna, copy yang buruk berarti hasil yang buruk. Studi menunjukkan bahwa baris subjek yang dipersonalisasi meningkatkan open rate sebesar 26%, dan email dengan satu CTA meningkatkan klik sebesar 371%. Setiap kata dalam email Anda menggerakkan pembaca menuju tindakan atau kehilangan perhatian mereka.
Copywriting email mengikuti proses strategis: memahami audiens Anda, menentukan tujuan yang jelas untuk setiap email, membuat baris subjek yang menarik perhatian, menulis isi yang engaging yang memberikan nilai, dan mengakhiri dengan call-to-action yang meyakinkan. Copywriting email yang hebat berbicara langsung kepada pain point dan keinginan pembaca, menggunakan bahasa percakapan, dan menciptakan urgensi tanpa terkesan memaksa.
Sebagian besar email marketing berkinerja terbaik antara 50-200 kata. Namun, panjang ideal tergantung pada tujuan dan audiens Anda. Email promosi harus singkat dan padat. Konten edukatif bisa lebih panjang jika memberikan nilai. Kuncinya adalah menghilangkan pengisi—setiap kalimat harus layak mendapat tempatnya.
Baris subjek yang baik spesifik, menciptakan rasa ingin tahu, dan menjanjikan nilai yang jelas. Mereka menghindari pemicu spam seperti HURUF KAPITAL SEMUA dan tanda baca berlebihan. Personalisasi (menggunakan nama atau perusahaan penerima) dapat meningkatkan pembukaan sebesar 26%. Baris subjek terbaik membuat pembaca merasa akan ketinggalan jika tidak membuka.
Fokus pada satu tujuan per email. Mulai dengan hook yang mengatasi masalah pembaca. Presentasikan solusi Anda dengan manfaat yang jelas (bukan hanya fitur). Gunakan bukti sosial jika relevan. Akhiri dengan satu CTA yang jelas yang memberitahu pembaca persis apa yang harus dilakukan selanjutnya. Hapus apa pun yang tidak mendukung tujuan konversi Anda.
Emoji dapat meningkatkan open rate jika digunakan dengan hemat dan sesuai untuk audiens Anda. Brand B2C sering melihat hasil positif dengan emoji di baris subjek. Email B2B harus lebih konservatif. Uji dengan audiens spesifik Anda—satu emoji di baris subjek biasanya maksimum.
Mulai gunakan EmailVerify hari ini. Verifikasi email dengan akurasi 99,9%.